Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mencatatkan capaian luar biasa dengan perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10 triliun, jauh melampaui target awal pemerintah sebesar Rp6,5 triliun.
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim menyebut capaian ini sebagai bukti nyata profesionalisme dan soliditas seluruh jajaran Kemenimipas. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2025, Senin (15/12/2025).
“Saya baru menerima informasi dari Imigrasi, PNBP-nya sudah tembus Rp10 triliun. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi bukti bahwa seluruh jajaran bekerja dengan baik. Capaian ini mencerminkan kinerja Menteri, organisasi, dan seluruh insan Kemenimipas,” ujar Silmy Karim, Selasa (16/12/2025).
Menurut Silmy, lonjakan PNBP mencerminkan keberhasilan transformasi tata kelola keimigrasian, terutama dalam menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan mendukung iklim investasi serta pariwisata nasional. Ia menegaskan, Imigrasi dan Pemasyarakatan adalah wajah negara, baik di dalam negeri, kawasan perbatasan, maupun di mata dunia internasional.
“Kinerja yang kita capai adalah cerminan profesionalisme, integritas, dan komitmen kita kepada bangsa,” tambahnya.
Peningkatan PNBP didorong oleh performa positif berbagai layanan, termasuk paspor, visa, dan izin keimigrasian lain yang meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk menjaga dan meningkatkan kontribusi PNBP, Kemenimipas bersama Kementerian Keuangan tengah mengkaji penyesuaian tarif PNBP dan penyederhanaan proses izin tinggal bagi mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Indonesia. Langkah ini diharapkan memperluas akses pendidikan internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan studi global. Kajian tersebut juga melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memastikan tarif yang diterapkan tetap kompetitif, efisien, dan mendukung kualitas layanan tanpa mengurangi kontribusi PNBP.
Selain membahas capaian PNBP, Silmy menekankan pentingnya penguatan pengawasan, peningkatan kualitas layanan, dan kolaborasi antarunit kerja untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Tahun 2026 adalah tahun percepatan. Kita tidak lagi berbicara tentang masa transisi, tetapi tentang bekerja lebih cerdas, terintegrasi, dan berbasis data,” tegasnya.
Dengan capaian PNBP yang melampaui target dan inovasi layanan yang terus dikembangkan, Kemenimipas menegaskan komitmennya mewujudkan tata kelola profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan prima, sekaligus memberikan manfaat dan kontribusi optimal bagi bangsa dan negara.
