BENGKALIS – Pada tanggal 19 November 2025 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan genap 1 tahun. Dibawah kepemimpinan Komjen. Pol. Drs Agus Andrianto, bersama wakilnya Silmy Karim, S.E, M.E, M.B.A. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengusung tagline Setahun Bergerak Berdampak.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan merupakan kementerian yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo. Dalam Kabinet Merah Putih terdapat 7 kementerian koordinator dan 41 kementerian. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan merupakan kementerian baru. Kementerian ini terbentuk dari dua direktorat jenderal eks Kementerian Hukum dan HAM, yaitu Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Menteri Agus Andrianto mengawali kepemimpinannya dengan mencanangkan 13 Program Akselerasi sebagai langkah strategis untuk mempercepat transformasi di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan. Kini sudah setahun kementerian ini berdiri, bagaimana kinerjanya?

Bidang Pemasyarakatan
Dalam satu tahun, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah Menteri Agus Andrianto telah melaksanakan berbagai program, termasuk razia, rehabilitasi, dan peningkatan layanan digital. Mereka juga berfokus pada pemberdayaan warga binaan, pengurangan overcrowding, dan kerjasama internasional, serta mencapai prestasi dalam pelayanan imigrasi dan pemasyarakatan.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) berfokus pada pelaksanaan program-program penting yang mendukung rehabilitasi dan pengembangan warga binaan. Program tersebut mencakup berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, dan kegiatan ekonomi. Kemen Imipas melakukan razia rutin di Lapas dan Rutan untuk menjaga keamanan, dengan hasil temuan yang signifikan dalam penyitaan barang terlarang. Ini dilakukan untuk meningkatkan disiplin di dalam lembaga pemasyarakatan. Rencana pembangunan Megaprison di pulau terpencil bertujuan untuk menampung narapidana dengan tindak pidana khusus. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Kemen Imipas juga berusaha swasembada pangan dengan melibatkan warga binaan dalam kegiatan pertanian, peternakan, dan budidaya ikan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan keterampilan mereka. Menteri Agus Andrianto mendorong pengembangan produk UMKM dari lapas dan rutan, yang bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga binaan.
Kemen Imipas berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan warga binaan melalui program UMKM dan pelatihan kerja. Ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing produk. Sebanyak 170 UPT pemasyarakatan telah mendaftar di marketplace dan 225 produk UMKM terdaftar di e-katalog LKPP untuk memperluas pasar produk warga binaan. Kemen Imipas juga mendirikan 205 unit lembaga pelatihan kerja yang beroperasi di seluruh Indonesia, mencakup berbagai bidang industri untuk meningkatkan keterampilan warga binaan. Program pengentasan kemiskinan dilaksanakan dengan memberdayakan 100.000 warga binaan melalui kegiatan UMKM atau BLK, memberikan manfaat dan premi bagi mereka.
Bidang Keimigrasian
Pada bidang Keimigrasian, Kemen Imipas telah mengembangkan berbagai layanan digital untuk mempermudah proses keimigrasian, termasuk perpanjangan ITK (Izin Tinggal Kunjungan) dan ITAS (Izin Tinggal Terbatas) yang dapat dilakukan secara daring. Selain itu, layanan informasi berbasis AI dan sistem pengaduan juga telah diperkenalkan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas.
Penggunaan teknologi dalam sistem keimigrasian sangat membantu dalam mempercepat proses administrasi, seperti penggunaan aplikasi cekal online dan sistem informasi manajemen keimigrasian. Selain itu, Kemen Imipas juga melakukan upaya preventif dengan membentuk petugas imigrasi di desa-desa untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap keimigrasian. Kerja sama internasional tak kalah penting dalam melindungi WNI, termasuk upaya pemulangan pekerja migran yang menjadi korban TPPO dan TPPM melalui kolaborasi lintas instansi.
Layanan berbasis teknologi digital dan penguatan pemeriksaan keimigrasian menjadi fokus utama Kemen Imipas untuk meningkatkan kualitas layanan di wilayah perbatasan. Kementerian juga berupaya memperkuat SDM melalui penerimaan CPNS dalam bidang keimigrasian. Selain itu juga peningkatan pelayanan pada TPI Laut dan TPI Darat yang merupakan titik pemeriksaan dan pengawasan perbatasan di Indonesia. Ini penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus barang.
Kementerian membentuk tujuh launch khusus PMI di bandara untuk melindungi pekerja migran dan memastikan mereka mendapatkan layanan yang optimal saat berangkat atau pulang. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pekerja migran.
Kemen Imipas juga memberikan dukungan bagi WNI yang ingin bekerja magang di luar negeri salah satunya dengan surat rekomendasi untuk Work and Holiday Visa (WHV) ke Australia. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja. Kemen Imipas berhasil meraih penghargaan dalam layanan imigrasi dan transparansi informasi. Hal ini menunjukkan dedikasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.
Disiplin Pegawai
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah memberikan berbagai hukuman disiplin kepada pegawai yang melanggar aturan. Selain itu, mereka juga mendukung program magang nasional untuk mendorong ekonomi. Proses investigasi internal terhadap 151 pegawai menunjukkan komitmen Kemen Imipas dalam menegakkan disiplin.
