Imigrasi Bengkalis Jemput Bola, Sosialisasikan Layanan Keimigrasian ke Perangkat Desa
RUPAT — Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis melakukan sosialisasi keimigrasian dan penyebaran informasi secara langsung kepada perangkat desa di Kecamatan Rupat, Selasa (28/4/2026), mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini dilakukan dengan metode door to door atau jemput bola dengan mendatangi langsung kantor-kantor desa/kelurahan, di antaranya Kelurahan Batu Panjang, Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam, serta sejumlah desa lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Rupat.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh tim humas Kantor Imigrasi Bengkalis yang dipimpin oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Hendro Kusumo Tri Atmojo bersama Kepala Sub Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Miftahul Ulum, beserta beberapa anggota tim humas.
Dalam kegiatan tersebut, tim Humas Imigrasi Bengkalis memberikan informasi terkait pelayanan keimigrasian, khususnya layanan paspor serta tata cara penggunaan aplikasi M-Paspor yang kini menjadi sarana utama dalam pengajuan paspor secara daring.
Selain penyampaian informasi, kegiatan juga diisi dengan diskusi singkat antara perangkat desa dan petugas imigrasi. Dalam diskusi tersebut, perangkat desa menyampaikan berbagai pertanyaan terkait prosedur pembuatan paspor, kendala yang kerap dihadapi masyarakat, hingga pemahaman penggunaan aplikasi M-Paspor.
Tidak hanya itu, tim humas juga melakukan penyebaran brosur informasi keimigrasian serta pemasangan x-banner di setiap kantor desa yang dikunjungi. Langkah ini dilakukan agar informasi mengenai layanan keimigrasian dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Kepala Seksi Tikkim Hendro Kusumo Tri Atmojo mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan sosialisasi, tetapi juga untuk mendengar langsung bagaimana pelayanan keimigrasian dipandang oleh masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetahui bagaimana pelayanan keimigrasian di mata masyarakat, kendala apa saja yang mereka hadapi, serta bagaimana kami dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan langsung kepada perangkat desa dinilai efektif karena aparatur desa/kelurahan merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki peran penting dalam penyebaran informasi.
Hal ini sejalan dengan dengan komitmen Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko yang ingin menghadirkan kebijakan keimigrasian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui konsep utama “Imigrasi untuk Rakyat”.
“Kalau saya mempunyai keyword bahwa imigrasi untuk rakyat. Intinya imigrasi adalah untuk rakyat. Di mana pelayanan harus untuk rakyat. Di mana fungsi keamanan harus untuk rakyat. Fungsi kedaulatan harus untuk rakyat. Fungsi fasilitator ekonomi, fasilitator di bidang pariwisata, di bidang ilmu pengetahuan, dan juga di bidang investasi harus untuk rakyat,” ujar Dirjen Imigrasi beberapa waktu lalu usai dilantik, Rabu (1/4).
Sementara itu, perangkat desa yang menerima kunjungan menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku merasa senang dan diperhatikan dengan hadirnya petugas imigrasi secara langsung ke desa.
Informasi yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi tersebut, kata mereka, akan diteruskan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar agar pemahaman mengenai layanan keimigrasian semakin baik sehingga lebih mudah mendapatkan layanan keimigrasian.
Melalui kegiatan jemput bola ini, Kantor Imigrasi Bengkalis berharap pelayanan publik di bidang keimigrasian dapat semakin dekat, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Rupat.
