Tujuh WNA Ditemukan di Pesisir Dumai, Imigrasi Lakukan Pemeriksaan
DUMAI – Tujuh warga negara asing (WNA) diamankan di kawasan Pantai Desa Selinsing, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Mereka terdiri dari enam orang yang diduga berasal dari etnis Rohingya Myanmar dan satu orang warga negara Bangladesh.
Ketujuh WNA tersebut ditemukan oleh personel Polsek Medang Kampai pada Sabtu, 18 April 2026. Sehari kemudian, Minggu, 19 April 2026, mereka diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami akan menangani temuan ini sesuai ketentuan hukum keimigrasian yang berlaku dan memastikan proses pemeriksaan berjalan secara menyeluruh,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Agung Prianto.
Setelah diamankan, para WNA sempat menjalani pemeriksaan awal di kantor kepolisian. Aparat kemudian berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk penanganan lanjutan. Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai langsung mendatangi Polsek Medang Kampai untuk memastikan kondisi serta identitas mereka.
Berdasarkan pendataan awal, enam orang merupakan WNA yang diduga berasal dari Myanmar etnis Rohingya, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. Sementara satu orang lainnya merupakan warga negara Bangladesh berjenis kelamin laki-laki.
Saat ini, ketujuh WNA tersebut ditempatkan sementara di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai. Mereka masih menjalani pemeriksaan lanjutan terkait identitas, dokumen perjalanan, serta tujuan keberadaan di wilayah Indonesia.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau menyatakan akan terus meningkatkan pengawasan keimigrasian guna menjaga keamanan wilayah serta memastikan penegakan hukum berjalan optimal.
Agung Prianto juga mengapresiasi koordinasi antara aparat kepolisian dan petugas imigrasi dalam penanganan kasus ini. “Sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam pengawasan orang asing, khususnya di wilayah perbatasan dan pesisir yang rawan menjadi jalur masuk ilegal. Kami akan terus memperkuat pengawasan serta memastikan setiap penanganan dilakukan secara profesional dan humanis,” ujarnya.
